Diet non kariogenik membantu remineralisasi

Faktor ketiga penyebab karies gigi adalah adanya subtrat yang mendukung pertumbuhan bakteri seperti adanya karbohidrat terfermentasi pada gigi yang akan menyebabkan bakteri dapat bertahan hidup.

Gejala awal suatu penyakit seringkali tidak diperhatikan atau dianggap tidak terlalu penting. Jika cukup banyak kristal yang larut makan protein yang berfungsi sebagai pelindung permukaan gigi juga akan larut, jika hal ini terjadi proses remineralisasi tidak bisa terjadi lagi dan mengakibatkan lubang pada gigi karies.

Pencegahan primer bertujuan untuk rnencegah terjadinya penyakit dan mempertahankan keseimbangan fisiologis.

GIZI DAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT (Nutrition and Oral Health)

Gigi ini berbentuk lebih panjang dan lebih runcing. Jika nutrien atau plak dihilangkan, ion-ion dari saliva natrium, kalium atau kalsium meremineralisasi struktur gigi, dalam upaya memperbaiki komponen ion di struktur gigi.

Depkes RI; Related Articles. Individu dengan resiko karies yang tinggi adalah seseorang yang mempunyai faktor resiko karies lebih banyak. Saunders Elsevier; Houwink B, et al. Perintis Kemerdekaan No.

Lakukan pada rahang atas terlebih dahulu kemudian dilanjutkan pada rahang bawah. Streptococcus mutcins dan Lactobacillus merupakan 2 dari bakteri yang terdapat pada plak gigi dan merupakan bakteri utama penyebab terjadinya karies.

Faktor kesehatan anak Seorang anak yang belum selesai perkembangan giginya selalu sakit dan mengkonsumsi obat antibiotik yang berlebihan akan mempengaruhi perkembangan pembentukan gigi anak itu sendiri. Asam ini kemudian melarutkan email gigi dan menyebabkan gigi berlubang Srigupta, Saliva ini mampu meremineralisasi karies yang masih dini karena banyak mengandung ion kalsium dan fosfat.

Hai ini disebabkan karena sintesis polisakarida ekstra sel sukrosa lebih cepat dibandingkan glukosa, fruktosa, dan laktosa. Faktor resiko adalah faktor —faktor yang memiliki hubungan sebab akibat terjadinya karies, faktor resiko ini bukan merupakan faktor penyebab tertapi faktor yang pengaruhnya berkaitan dengan terjadinya karies.

Diet dan Karies Gigi 201ppt

Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan memberikan prioritas kepada upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dengan tidak mengabaikan upaya penyembuhan dan pemulihan kesehatan, termasuk pada anak usia sekolah dasar agar tercapai derajat kesehatan secara optimal Depkes RI, Hal ini dikarenakan makanan yang mengandung karbohidrat misalnya sukrosa dan gula atau makanan yang manis seperti coklat, permen dan kue yang mudah menempel pada gigi yang dapat diragikan oleh bakteri tertentu dan membentuk asam sehingga dapat menjadi plak dan merusak struktur gigi jika dibiarkan begitu saja dalam kurun waktu yang lama Irma, Sukrosa dan gluosa di metabolismekan sedemikian rupa sehingga terbentuk polisakarida intrasel dan ekstrasel sehingga bakteri melekat pada permukaan gigi.

Gula yang dikonsumsi akan dimetabolisme sedemikian rupa sehingga terbentuk polisakarida yang rnemungkinkan bakteri melekat pada permukaan gigi, selain itu juga akan menyediakan cadangan energi bagi metabolisme karies selanjutnya serta bagi perkembangbiakan bakteri kariogenik.

Dengan terpaparnya plak terhadap nutrien terutama sukrosametabolisme dalam plak menghasilkan asam yang menyebabkan demineralisasi struktur gigi. Pemeriksaan kavitasi pada permukaan gigi harus dilakukan dengan sangat seksama.

PERAN MAKANAN TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI

Reaksi ini ditandai dengan dekalsifikasi komponen inorganik dilanjutkan oleh disintegrasi substansi organik yang berasal dari gigi. Makanan merupakan salah satu faktor utama penyebab karies gigi selain mikroorganisme, gigi dan waktu.Frekuensi berulang tentang penyakit resiko diet dan penyediaan komplemen untuk perubahan pola makan yang positif dan mendorong makanan non-kariogenik seperti kacang-kacangan, sayuran, popcorn dan buah-buahan rendah kariogenik, produk gandum dan konsumsi susu cokelat akan membawa hasil seumur hidup.

Faktor Substrat atau Diet. Sukrosa merupakan makanan kariogenik utama dan paling umum digunakan. Sukrosa mengubah makanan non-kariogenik dan antikariogenik menjadi kariogenik.

Beberapa jenis gula lain yang terlibat dalam kariogenesis adalah glukosa dan fruktosa yang diperoleh dari madu dan buah-buahan. Pengolahan sederhana makanan. Universitas Sumatera Utara.

14 kariogenik. Ketiga diet ini dipengaruhi oleh jenis makanan, frekuensi konsumsi gula, lamanya retensi makanan, komposisi dan kemampuan makanan merangsang sekresi saliva.

Anti mrikroba plak terjadi karena kandungan bermacam-macam protein dan antibodi yang dapat menghambat bahkan membunuh bakteri. Protein tersebut meliputi lisosim, laktoferin, laktoperoksidase, dan Iga sekretori. Lagipula, saliva mengandung ion-ion kalsium, fosfat, kalium, dan kadang kala fluoride yang membantu remineralisasi.

Peningkatan frekuensi konsumsi makanan kariogenik menyebabkan keberadaan pH yang rendah di dalam mulut dipertahankan sehingga terjadi peningkatan demineralisasi dan penurunan remineralisasi.

Padahal anak-anak usia sekolah dasar mengkonsumsi makanan yang mengandung sukrosa ini lebih dari 3 Author: Nha Blackwidow. DIET COUNSELLING Perhatian pada diet anak yang mempunyai pengaruh pada kesehatan Memodifikasi pola makanan/ diet untuk memperoleh kesehatan gigi dan umum yang lebih baik Memberi atensi pada lingkungan yang mempengaruhi kebiasaan makan/ diet Memfasilitasi kondisi kesehatan Catatan: Untuk sosialisasi diet tersebut.

perlu ada hubungan positif dengan anak tersebut. don’t eat .

Diet non kariogenik membantu remineralisasi
Rated 0/5 based on 78 review